Siddhi Medan

@SiddhiMedan

SiddhiMedan@yahoo.com

Siddhi Medan

Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan

Jumat

Retreat Hidup Berkesadaran, Mei 2016

Kabar Gembira untuk kita semua..!!!

Siddhi Medan kembali akan mengadakan sebuah kegiatan di bidang Spiritual, yaitu "Retreat Hidup Berkesadaran" bersama Delegasi Plum Village International (Murid dari Zen Master Thich Nhat Hanh)

Kegiatan ini penting agar kita selalu bisa hidup berkesadaran, karena dengan hidup berkesadaran, maka kita akan menemukan kedamaian dalam hidup kita.
Seperti kutipan dari Zen Master, Thich Nhat Hanh, yang mengatakan :
"Peace is all around us and within us. Once we learn to touch this peace, we will be healed and transformed. It is not a matter of faith; it is a matter of practice."

Nah, penasaran kan??
Makanya, buruan DAFTAR!!!

Retreat Hidup Berkesadaran yang merupakan Retreat Chan tradisi Plum Village ini akan diselenggarakan pada :
19-22 Mei 2016
Tempat : Vihara Pu Tuo Shi
Green Hill, Sibolangit.

Dana Kontribusi : Rp. 300.000 / peserta (sudah termasuk Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi)

Info dan Pendaftaran :
- Sureni / Acen : 0811-605-2677
- Erly                : 0813-6126-9589

Ketentuan Peserta :
- Umur di atas 5 tahun
- Bersedia tidak menggunakan/membawa HP dan Laptop, atau dititipkan ke Panitia
- Memakai baju / celana yang sopan


Living Mindfully, Living Peacefully





Rangkaian Acara 15 Biksuni Sangha Agung Indonesia di Medan

Pertama Kali di Kota Medan yg di Hadiri oleh 15 Biksuni dalam serangkaian kegiatan, sebagai berikut :

San Pu Yi Pai
Sabtu, 23 April 2016
Pukul : 05.30 - 07.00 WIB
Lokasi : Vihara Metta Jaya, Jalan Selam No. 24, Medan.


Pindapatta Sangha Biksuni
Minggu, 24 April 2016
Pukul : 07.00 WIB
Lokasi : Dari Vihara Metta Jaya, Jalan Selam No. 24, Medan
NB : Makanan Vegetarian


Dharmatalk bertema "Kisah nyata Srikandi Buddhis".
Narasumber : 
Y.M. Biksuni Bhadramanju (Shi Xian Miao)
Y.M. Biksuni Bhadrasatyani (Shi Xian Yi)
Dharmawaty (Moderator)

Waktu : Minggu, 24 April 2016
Pukul : 18.00 - 21.00 WIB
Lokasi : Buddhayana Dharmasala Vihara Borobudur, Jalan Imam Bonjol No. 21, Medan
NB : Tersedia Makan Malam (Khusus Pemegang Undangan)


Undangan dapat diambil di :
- Buddhayana Centre, Jalan Bambu II, Graha Niaga Blok A No. 2, Medan. Telp : 061-4555586
- Vihara Borobudur
- Vihara Metta Jaya.



Sabtu

Sanghadana Bersama Kathinakala 2015



Bulan Kathina telah tiba. Mari kita berdana kepada Anggota Sangha di acara " Sanghadana Bersama Kathinakala 2015 " Sangha Agung Indonesia.
Minggu, 15 November 2015
13.00 WIB, Grand Angkasa International Hotel - Medan.
Dharmatalk : Murah Hati Murah Rezeki, Yang Dermawan Jadi Hartawan oleh Y.M. Bhikkhu Pannasami Thera
Paket Dana Simbolik Persembahan 4 Kebutuhan Pokok (Parikkhara):
- Dana Partisipasi : Rp 50.000
- Kebutuhan sehari - hari : Rp 100.000
- Obat - obatan : Rp 300.000
- Jubah : Rp 600.000
- Jubah lengkap : Rp 1.000.000
Persembahan Dana via transfer :
Majelis Buddhayana Indonesia
BCA Cab. Diponegoro - Medan
A/C : 0222 2336 99 ( mohon tambahkan 10 di akhir nominal )
Info hubungi :
- Sekretariat Panitia : Buddhayana Center , Jl. Bambu II - Graha Niaga Blok A No.2 Medan - Telp 061-4555586 / 085261442065
- Johny Sia 082166245888
- Stiven 08126031118
- Robin 085296455889
Acara ini diselenggarakan oleh : Majelis Buddhayana Indonesia dan didukung oleh : Sekber PMVBI, WBI, & Siddhi.


Rabu

Sangha Dana Kathina Session 2014 berlangsung Sukses


Majelis Buddhayana Indonesia ( MBI ) sukses menyelenggarakan Sangha Dana Kathinakala 2014 yang merupakan program rutin tahunan MBI, kali ini Kathina Bersama diselenggarakan di di Regale Ballroom, Jalan H.Adam Malik No.66-68 Medan pada tanggal 02 November 2014 bersama dengan beberapa Badan Otonomnya seperti Wanita Buddhis Indonesia (WBI), Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI), Sekber PMVBI / Pemuda Buddhayana. Perayaan yang dirayakan Umat Buddha sebagai bentuk bhakti kepada Sangha yang disebut juga Upacara Sangha-Dana. Sesuai dengan siaran pers yang disampaikan oleh Ketua Panitia Hasustan Kosim, acara ini akan diselenggarakan pada Minggu (02/11/2014), pukul 13.00 WIB  di Regale, Jl. H.Adam Malik No. 66-68 Medan.
Dijelaskan Ketua Panitia, Hasustan Kosim bahwa Perayaan Kathina merupakan perayaan masa berakhirnya musim hujan (Masa Vassa) di India Utara selama tiga bulan bagi para anggota Sangha. Selama itu para Bhikkhu tidak melakukan perjalanan untuk menghindari merusak atau menginjak tunas-tunas tanaman termasuk kemungkinan mengganggu kehidupan makhluk hidup yang lain. 
“Mereka hanya berdiam di Vihara dengan melaksanakan latihan diri dengan intensif, mematuhi peraturan kebhikkhuan atau Vinaya. Jadi masa kebhikkhuan justru dihitung dari  berapa Vassa yang sudah dijalani, bukan dari berapa lama ia menjadi Bhikkhu,” terang Hasustan Kosim.
Setelah masa Vassa berakhir, umat Buddha memasuki masa Kathina atau bulan Kathina. Pada masa tersebut, selama satu bulan dapat dipilih satu hari untuk menyelenggarakan upacara Kathina. Upacara ini  dapat digelar apabila di suatu Vihara terdapat paling sedikit 5 (lima) orang Bhikkhu yang menjalani masa vassa secara sempurna. Bila tidak terpenuhi, umat dapat mengadakan upacara “Sangha-dana di masa Kathina”. Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan persembahan jubah Kathina, umat Buddha juga berdana kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan berdana untuk perkembangan dan kemajuan agama Buddha sehingga hari Kathina sering juga dikenal dengan Hari Sangha. Hubungan harmonis antara Bhikkhu Sangha dan umat awam seperti yang tercermin dalam masa Kathina ini dihadiri sekitar 2.000 umat dari kota Medan dan sekitarnya.

Sekitar 2000 umat turut hadir dalam Kegiatan Kathina yang diselenggarakan oleh MBI Kota Medan

Sekitar 36 Anggota Sangha turut hadir dalam Sangha Dana Kathina Session 2014 (Majelis Buddhayana Indonesia)
Kathina menjadi saat yang tepat untuk memberikan dukungan umat kepada sangha. Dengan memberikan dukungan kepada sangha maka mereka bisa belajar, berlatih dan akhirnya mengajarkan Dhamma kepada umat. Disamping itu Kathina juga menjadi saat yang baik buat anggota sangha untuk merenungkan kembali tujuan mereka memasuki kehidupan suci ini.

Kata sambutan oleh Ketua MBI Sumut - Romo Ony Hindra Kusuma
Ony Hindra Kusuma selaku ketua Majelis Buddhayana Indonesia Sumut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung acara ini sehingga acara ini dapat berjalan dengan sukses baik pihak sponsor, panitia maupun pendukung yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Bahwa umat kota Medan telah mengambil moment yang baik ini untuk bersama melaksanakan kebajikan di ladang yang subur pada saat yang tepat yaitu bulan suci Kathina mempersembahkan dana kepada Sangha secara tulus, bahagia sebelum, saat dan setelah berdana sehingga diharapakan kebajikan besar ini dapat membuahkan kamma baik serta melimpahkan berkah, kebahagiaan dan kedamaian bagi semua umat dan semua mahkluk. (Sumber press release : Suwandi Cang)

Berikut beberapa cuplikan kegiatan Sangha Dana Kathina Session 2014, Check this out!!

Pembacaan Doa : Sangha Dana Kathina Session 2014 

Sangha Dana Kathina Session 2014 (Majelis Buddhayana Indonesia) turut dihadiri oleh salah satu wakil rakyat, Bp.Brilian Moktar (Paling depan, sebelah kiri)

Momen pemberian dana kathina dalam Sangha Dana Kathina Session 2014

 Pemberian Dana Kathina dari Romo Ony Hindra Kusuma selaku ketua MBI Sumut kepada
YM. Bhante Khemmanando Thera (sebelah kanan)

Salah satu anggota Panitia Dokumentasi dari MBI sedang memberikan Dana Kathina
Pemberian gelang oleh YM.Bhante Pannasami Thera kepada salah satu umat (anak kecil)
dalam Sangha Dana Kathina Session 2014
Dharmatalk pada Sangha Dana Kathina Session 2014 (Majelis Buddhayana Indonesia) menghadirkan "The Miracle of Giving" oleh YM. Bhante Khemmanando Thera.

Senin

What is Kathina?

Event Kathina oleh MBI (Majelis Buddhayana Indonesia) kota Medan baru saja berlalu dan telah berlangsung dengan sukses. Walau begitu ada baiknya kita mengenal lebih dekat lagi apa sih Kathina itu. Nah, untuk itu baca langsung deh. :)



Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari hubungan antar sesama, ia masih membutuhkan bantuan atau dukungan dan dorongan dari pihak lain. Demikian pula umat mempunyai hubungan yang sangat erat terhadap para Bhikkhu, salah satunya adalah menyokong kebutuhannya, (Sigalovada Sutta, Diggha nikaya III, 31).

Apakah kebutuhan para Bhikkhu itu? Mengenai hal ini adalah empat macam kebutuhan pokok, yaitu: Sandang, pakaian (jubah), makanan, tempat tinggal dan obat-obatan, itu adalah kebutuhan yang pokok. Oleh karena itu para umat Buddha menyokongnya dengan cara berdana, seperti halnya pada hari Kathina. Setelah masa Vassa (berdiam di satu tempat selama tiga bulan pada musim hujan) selesai, ada hari yang disebut: Pavarana (mengundang) tiga bulan setelah Vassa pada bulan purnama, para Bhikkhu mengakhiri Vassa dengan mengadakan Pavarana bersama-sama, yaitu: saling mengundang Bhikkhu yang satu dengan yang lainnya untuk memberikan nasehat atau memberi maaf, barangkali ada kesalahan. Kemudian ada hari yang disebut: Berdana Kathina di dalam Ajaran Sang Buddha.

Ada beberapa pengertian tentang yang disebut berdana Kathina dengan sempurna, yaitu:
1. Di Vihara itu minimal ada 5 orang Bhikkhu yang berVassa.

2. Kelima orang Bhikkhu itu harus memasuki masa Vassa yang sama.

3. Harus menyelesaikan masa Vassa pada waktu yang sama dan sempurna.

4. Kathina itu harus diselenggarakan di Uposathagara.

5. Pada upacara itu, kelima orang Bhikkhu yang berVassa di vihara itu menerima persembahan Kathina dusam (kain pembuat jubah Kathina) yang dipersembahkan oleh umat.

6. Kelima orang Bhikkhu itu kemudian serentak membuat sangha kamma, memutuskan siapakah Bhikkhu yang berhak menerima jubah Kathina pada waktu itu.

Keputusan itu ditempuh dengan suatu cara prosedur yang demokratis. Seorang atau beberapa orang Bhikkhu mengajukan usul, bhikkhu yang lain memperkuat dan yang lain menyetujui. Dan akhirnya jubah Kathina itu diserahkan kepada Bhikkhu yang berhak untuk menerima. Bahan jubah itu harus dipotong, dijahit, dicelup pada hari itu juga dan sebelum fajar menyingsing, jubah harus sudah siap dan diserahkan kepada bhikkhu yang berhak. Inilah yang disebut Jubah Kathina, inilah Kathina puja yang sesungguhnya.

Demikianlah yang dijelaskan oleh Sang Buddha, betapa besar manfaat bagi seseorang yang bisa mempersembahkan Kathina dana, sebab Kathina dana tak dapat dipersembahkan setiap saat.

Kathina dana hanya bisa dipersembahkan di suatu vihara dan hanya berhak menyelenggarakan Kathina satu kali pada waktu tahun itu.

Pada upacara Kathina, selain mempersembahkan jubah kepada Sangha, para umat nampaknya juga mempersembahkan empat kebutuhan pokok bagi para Bhikkhu. Banyak umat yang tidak sempat mempersiapkan empat kebutuhan pokok ini, maka umat buddha menggantikan dengan wujud uang. Kita sebagai umat buddha tentunya perlu sekali mengerti dengan benar, bagaimana cara berdana yang baik itu. Dana yang diberikan seseorang akan menjadi dana yang bermanfaat, kalau berdana dengan baik dan benar.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Cetana-sampada

Kalau saudara Ingin berdana, hendaknya saudara mempunyai pikiran yang ikhlas, senang dan bahagia. Mengenai hal ini adalah:
Sebelum berdana merasa senang dan bahagia.
Pada waktu berdana merasa senang dan bahagia.
Sesudah berdana merasa senang dan bahagia.

Dari ketiga hal ini, yang paling penting adalah yang ketiga, Walaupun yang kesatu dan kedua juga penting.
Misalnya : sebelum berdana senang, waktu memberikan ikhlas, sesudahnya menyesal. Ini sangat disayangkan, karena mengurangi nilai kebaikannya. Didalam Kitab Suci dijelaskan, orang yang mempunyai kebiasaan seperti ini, waktu muda ia akan hidup makmur, kaya raya dan sejahtera. Tapi itu semua hanya bertahan separuh umur. Jaya hanya kira-kira sampai lima puluhan tahun, sesudah itu mengalami kemerosotan dan akhirnya menjadi miskin. Yang paling baik dan jasanya dapat bertahan lama adalah merasa bahagia, ikhlas, gembira dan bahagia, baik sebelum, pada saat maupun sesudah berdana.

2. Vatthu-sampada

Barang yang didanakan sebaiknya barang-barang yang bersih, yang didapat dari tidak melanggar Negara dan Agama dan dana ini haruslah baik, yang disebut Sami Dana. Janganlah berdana yang tak bisa dipergunakan lagi baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

Dana untuk para Bhikkhu, orang tua, guru, disebut: Puja Dana (dana sebagai persembahan perhormatan). Tidak sama dengan berdana untuk orang miskin, gelandangan, pegawai saudara, ini disebut: Anugaha Dana (berdana sebagai hadiah, sebagai anugerah).

3. Puggala-sampada

Berdana kepada siapa? Sang Buddha pernah dituduh seseorang: “Apakah benar Sang Bhagava mengajarkan bahwa berdana kepada orang tidak punya moral itu tidak ada gunanya?” Sang Buddha kemudian menjawab:“Aku tidak pernah mengatakan bahwa berdana tidak ada gunanya, meskipun orang membuang sisa-sisa dari satu panci atau mangkuk kedalam sebuah tambak atau telaga dan mengharap agar para makhluk hidup di dalamnya dapat memperoleh makanan, perbuatan inipun merupakan sumber dari kebaikan, apalagi dana yang diberikan kepada sesama manusia”.Inilah yang Tathagatha ajarkan, (Anguttaranikaya III, 57). Sang Buddha menyatakan: “Berdana kepada Sangha sangat besar jasanya”.

Di dalam Velumakkha-Sutta disebutkan: “Berdana kepada orang yang bermoral lebih besar jasanya daripada berdana kepada orang yang tidak punya moral. Kepada Sotapanna lebih besar dari orang yang bermoral. Kepada seorang Sakadagami lebih besar dari 100 Sotapanna. Kepada seorang Anagami lebih besar dari 100 Sakadagami. Kepada seorang Arahat lebih besar dari 100 Anagami. Kepada seorang Paccekka Buddha lebih besar dari 100 Arahat. Kepada seorang Sammasam-buddha lebih besar dari 100 Paccekka Buddha. Berdana kepada Sangha lebih besar jasanya dari berdana kepada seorang Samma-sambuddha. Dana kepada Sangha tak pernah sia-sia, sekalipun sampai seratus ribu kalpa lamanya”.

Berdana kepada sangha itu lebih besar manfaatnya, karena tidak mengenal favoritisme. Berbeda dengan berdana hanya untuk seorang bhikkhu, yang disebut: Puggala Dana (dana untuk individu). Sang Buddha juga menguraikan, masih ada yang lebih besar jasanya daripada berdana untuk Sangha, yaitu melaksanakan sila, sebagai orang awam menjalankan Pancasila lebih besar manfaatnya daripada Sangha Dana, yaitu meditasi sampai mencapai Jhana (tingkatan konsentrasi). Dan yang lebih besar lagi adalah meditasi Vipassana, karena meditasi Vipassana ini akan menumbuhkan Panna (kebijaksanaan). Dengan Panna inilah yang akan dapat membebaskan seseorang dari dukkha untuk selama-lamanya (mencapai kebebasan sempurna nibbana).

Sang Buddha pernah menyatakan, “Siapa yang suka berdana ia akan dicintai dan disukai”. Ini manfaat yang langsung dapat dipetik pada kehidupan sekarang ini.

Sedangkan manfaat yang dijelaskan dalam Nidhikhanda Sutta, Samyuta Nikaya I, 2: “Wajah cantik, suara merdu, kemolekkan dan kejelitaan, kekuasaan serta mempunyai banyak pengikut, semua itu dapat diperoleh dari pahala perbuatan baik, yaitu berdana”.

Ada kalanya, orang berdana hanya karena ingin dipuji dan dicintai, supada dapat terlahir dialam surga, supaya menjadi kaya dan mempunyai kekuasaan, maka orang itu hanya akan mendapatkan itu saja. Tetapi sesungguhnya ada tujuan yang tertinggi, yaitu untuk mengurangi keserakahan, kemelekatan, kekikiran, kebencian dan untuk dapat mencapai kebebasan (kesucian batin). Maka kalau cita-citanya tinggi seperti itu, tujuan yang tengah-tengah dan bawah pasti akan tercapai juga.

Orang yang tak suka berdana yang walaupun kecil atau sedikit, ia akan besar keserakahannya, ia akan mengumpulkan dan terus mengumpulkan, nama, kekayaan, pangkat dan pujian. Ia senang mengumpulkan, bahkan mengumpulkan problem, kesan yang tidak baik, pengalaman pahit, kemarahan, kejengkelan dan ketidaksenangan. Orang yang tidak suka berdana ia akan menderita, karena tidak suka melepas miliknya, ia akan semakin melekat, karena tidak bisa melepaskan segalanya. Padahal apa yang kita cintai, apa yang kita miliki toh akhirnya akan ditinggalkan, tidak ada sedikitpun yang dibawa ke alam sana, yang dibawa hanyalah kamma baik dan kamma buruknya. Makan tidak enak, tidur pun tak nyenyak dengan tidak melepas kesan yang buruk, problem yang berhubungan dengan sesama makhluk akan menumbuhkan kebencian dan dendam. Janganlah semua itu disimpan, dikumpulkan, tetapi buang lepaskan semuanya, maka kita akan merasa lega, tentram, damai dan bahagia.

Hidup ini sudah banyak macam persoalan alamiah, Sang Buddha mengatakan: “Hidup yang bagaimanapun bentuknya adalah dukkha, janganlah menambah persoalan ekstra, lepaskanlah semua itu”. Dan kita bisa mulai berlatih untuk melepas dengan meningkatkan kemurahan hati dan mengurangi kekikiran juga kemelekatan dengan berdana (memberi kepada mereka yang patut menerima). Dana bukan berarti hanya berupa materiil semata: uang, makanan dan barang. Tetapi bisa juga berupa moril: nasehat-nasehat, pertolongan, dorongan, perhatian dan pemberian maaf. Kalau orang yang tidak pernah berdana, maka suatu saat kalau jasa kebaikannya habis pasti ia akan menderita, seperti contoh: Orang punya kacang lima butir, tapi kacang itu hanya dinikmati dan dimakan semuanya. Maka kacang itu habis, akan tetapi kalau misalnya kacang itu disisihkan satu atau dua butir dan ditanam diladang yang baik dan subur, maka kelak jika kacang itu berbuah akan dapat ia nikmati. Seperti halnya orang yang berdana, itu bagaikan orang menanam bibit.

Orang berdana bagaikan menabung, yaitu menabung kamma baik yang akan bisa menolongnya dan yang akan menyelamatkannya.

Menurut Dhamma, memberi bukan berarti berkurang, namun memberi sesungguhnya adalah bertambah (bertambah kamma baiknya). Didalam Kitab Itivutaka, 18 Sang Buddha menjelaskan: “Seandainya semua makhluk mengetahui seperti Aku (Tathagatha) mengetahui tentang manfaat berdana, mereka tidak akan menikmati semua yang mereka miliki tanpa membaginya dengan makhluk lain (yang membutuhkan), juga tidak akan membiarkan noda kekikiran mengoda dan menetap didalam batinnya. Bahkan jika apa yang mereka miliki merupakan sedikit makanan terakhir yang dipunyai, mereka tidak akan menikmati tanpa membaginya (berdana), seandainya ada makhluk lain yang sangat membutuhkannya”.

Kita sebagai umat Buddha, mestinya harus mengerti manfaat yang paling besar dari berdana, yaitu: tidak hanya dipuji, terkenal, menjadi kaya dan terlahir di Alam Dewa. “Manfaat yang paling besar dari berdana adalah bebas dari kekotoran batin”. Kalau ada orang berdana (memberi bantuan) hanya ingin dipuji, maka itu adalah sangatlah rendah, apalagi bila keinginannya untuk dipuji itu tidak didapatkan, pasti kecewa dan menderita.

Menurut Dhamma, kalau seseorang ingin menjadi kaya, berjuanglah dengan sungguh-sungguh, kerja keras, rajin, tekun, ulet, hemat (tidak boros), jujur dan banyak berbuat baik. Cita-cita itu pasti akan tercapai, karena itu adalah hukumnya.

"Kekayaan tidak bisa didapat hanya dengan cara memohon, berdoa dan sembahyang, 
namun kekayaan bisa didapat kalau orang bekerja atau berkarya 
menurut hukum kebenaran."

Sabtu

Dharmatalk & Retreat Chan/Zen bersama Master Guo Yuan Fashi

Dharmatalk Chan/Zen

Pembukaan/Opening oleh Master Guo Yuan

Dharmatalk Chan/Zen di vihara Bodhi Mandapa (28 Agustus 2014)

Salah satu Fashi sedang membimbing peserta dalam praktik dasar meditasi berdiri


Retreat Chan/Zen

Opening Retreat Chan/Zen di Lotus Village, Sibolangit (29 s/d 31 Agustus 2014)

Para peserta retreat sedang bermeditasi duduk

Master Sheng Yen (Guo Yuan Fashi) sedang memimpin para peserta retreat dalam meditasi jalan

Foto Bersama


Rabu

Pewaris Dharma Master Sheng Yen akan Datang dan Memberikan Retret dan Wejangan di Medan

Chan Master Guo Yuan (Pewaris Dharma Master Sheng Yen) beserta 3 asisten beliau dari Dharma Drum Mountain Taiwan akan datang dan memberikan Wejangan dan Retreat Zen/Chan di Medan.

Guo Yuan Fashi merupakan kepala dari pusat meditasi Dharma Drum Mountain (DDM) Taiwan, belajar dibawah bimbingan guru Chan dunia mendiang Master Sheng Yen. Beliau juga aktif mengajar meditasi dan membimbing retret-retret Chan di kawasan Asia, Amerika, Eropa dan Australia. 

Oleh karena itu amankan segera tempat anda di moment berharga ini.... Dhammatalk Chan
Kamis, 28 Agustus 2014
Pukul 19.00-21.00 WIB
Lokasi : Vihara Bodhi Mandapa. Jl. Pukat VIII/Jl. Perguruan No. 95 Medan
Biaya : Gratis

Retret Chan akan diadakan pada :
Jumat-Minggu, 29-31 Agustus 2014
Lokasi : Lotus Village Sibolangit (seberang The Hill - Sibolangit) 
Biaya : Dana Sukarela 
Peserta terbatas hanya untuk 50 orang. Daftarkan segera diri anda dengan mengirimkan sms (Nama/No Tel/Email). 
Info & Pendaftaran :
Robin : 0852-96455889 / 77498285
Amanda : 0813-60995898
Kurniady : 061 77435633 / 08126044853


Bagi yang mau mendukung kelancaran acara ini dapat disalurkan ke rekening BCA ac. 488 035 8788 an. SIDDHI cab Jelambar - Jak Bar dengan angka 9 dibelakang

Walaupun Seseorang Hidup 100 TAHUN tetapi TIDAK BIJAKSANA dan TIDAK TERKENDALI,
sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan 1 HARI dari orang yang
BIJAKSANA dan TEKUN BERSAMADHI - Dhammapada VIII : III



Guo Yuan Fashi
Setelah sukses berturut-turut pada tahun sebelumnya mengadakan pengenalan Chan (Jepang:Zen) Buddhism di Medan, kini Guo Yuan Fashi, yang merupakan murid senior guru Ch’an (Jepang : Zen)  yang terkenal Master Sheng Yen (1930-2009)  dari Negara Taiwan, akan mengajarkan Dharma (ajaran Buddha) lebih serius dalam bentuk Retret yang akan dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 29-31 Agustus  2014 di Lotus Village - Sibolangit.  Kesempatan ini tentunya menjadi momen penting bagi para pemerhati Buddhis untuk dapat mengikuti acara ini seperti yang dilontarkan oleh Kurniady, Ketua Panitia Retret Chan tahun 2014 ini bahwa “ini kesempatan bagi kita untuk mempelajari agama  Buddhisme secara lebih global, bukan sekedar hanya pembacaan doa-doa dan demikian sepantasnya seharusnya agama Buddha sebagai agama yang down to earth dan revelan dengan kehidupan manusia”. Retret ini apalagi sangat sesuai bagi Pemuda Buddhis untuk mengenal lebih mendalam ajaran agung dari Sang Buddha tetapi dengan metode yang interaktif diselingi dengan kegiatan outdoor, yoga dan outbond apalagi yang diselenggarakan di suasana pegunungan yang asri.
Bagi para partisipan yang tidak sempat mengikuti acara Retret yang diselenggarakan karena keterbatasan kapasitas, juga terbuka kemungkinan untuk mengikuti seminar dari guru besar Chan ini yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2014 di Medan.

Guo Yun Fashi merupakan murid senior guru Ch’an terkenal, Master Sheng Yen (1930-2009) dari Taiwan. Terinspirasi oleh ajaran dari Master Sheng Yen ketika menghadiri retret meditasi 7 hari di New York pada tahun 1985, Guo Yuan Fashi kembali ke New York untuk belajar di bawah bimbingan Master Sheng Yen. Ia kemudian meninggalkan pekerjaannya di Toronto, Kanada agar dapat menjadi bhiksu di tradisi Buddhisme Ch'an (Chinese Zen). Ia ditahbiskan sebagai bhiksu tahun 1987 di Taiwan. Di bawah disiplin dan bimbingan dari Master Sheng Yen, ia menjadi terlibat sepenuhnya dalam pembelajaran- pembelajaran Buddhis dan meditasi. Ia juga mempelajari Theravada di Thailand selama satu tahun pada 1991.

Setelah kembali dari Thailand, Bikhsu yang mahir berbahasa Inggris dan Mandarin tersebut ditunjuk sebagai Kepala Vihara dari pusat meditasi Ch'an di New York. Tanggung jawabnya meliputi menghadiri pelayanan lintas keyakinan, mengajar meditasi, berceramah mengenai Buddhisme, penerjemahan dan mendampingi Master Sheng Yen dalam mengadakan retret meditasi Ch'an di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Swiss, Russia, dan Meksiko.

Setelah menjadi mantan Kepala Pusat Meditasi Ch’an dan Pusat Retret Dharma Drum New York, kini ia memimpin Pusat Retret Ch`an Internasional di Dharma Drum Mountain Taiwan.

Kehadiran Bikhu Ch’an kelahiran Vietnam tahun 1950 kali ini dalam rangka melakukan tour dharma keliling Indonesia dan akan menyinggahi beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Jogjakarta, Bali, Aceh dan Medan. Kesempatan Langka ini semoga bisa dimanfaatkan segenap umat Buddhis untuk belajar Chan secara lebih mendalam dari pewaris dharma Master Sheng yen ini. Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut pelaksanaan Retret dan seminar Chan di Medan dapat menghubungi panitia di no 0878 6811 6399 atau 0852 610 12600

Sejarah Silsilah Ch'an (Zen)

Dikatakan bahwa ada 28 generasi transmisi penerusan sejak jaman YA Mahakashyapa  sampai jamannya YA Bodhidharma/Ta Mo Fashi  yang kemudian beliau lalu dianggap sebagai Sesepuh pertama Ch'an China. Ajaran - ajarannya diteruskan lewat jalur tunggal selama 5 generasi sampai masa Sesepuh keenam, Huineng (638-713). Bikhsu Huieng mempunyai banyak murid yang kemudian dari murid-murid tersebut lahir banyak tradisi Ch’an seperti tradisi Linji (B.Jepang. Rinzai) dan tradisi Caodong (B. Jepang. Soto). Praktik Ch'an kemudian menyebar ke Jepang (dikenal denan Zen), korea (dikenal dengan Seon) dan Vietnam (dikenal dengan Thien).

Pewarisan Master Sheng Yen ke Guo Yun Fashi

Master Sheng yen menerima transmisi Dharma dari kedua cabang utama tersebut. Secara silsilah, beliau adalah generasi murid keturunan ke 72 dari YA Bodhidharma, serta keturunan ke 67 dari Master Huineng. Dalam silsilah Linji, beliau adalah generasi keturunan ke 62 dari Master Linji (?-866), dan cucu murid Master Xu yun (1840-1959). Pada garis ini, beliau adalah keturunan langsung Master Ling Yuan (1902-1988). Dalam garis cabang Caodong, Master Sheng yen adalah generasi ke 52 dari salah seorang pendirinya Master Dongshan (807-869), serta keturunan langsung Master Dongchu (1908-1977).

"Generasi" merujuk ke transmisi Dharma dalam garis silsilah dari seorang Master (guru) ke muridnya. Transmisi ini dengan demikian menjamin kelangsungan - tak hanya Dharma itu sendiri - namun juga ajaran serta praktek dari garis silsilah ini. lebih jauh, hal ini adalah semacam anugerah (gelar), sebuah recognition (pengakuan) oleh sang Master bahwa sang murid sekarang telah memenuhi syarat untuk mentransmisikan Dharma kepada anak didiknya; dengan kata lain, menjadi seorang Master.
Melihat silsilah Guo Yuan Fashi yang merupakan pewaris dharma, maka Retret yang akan dilaksanakan tanggal 29-31 Agustus 2014 di Lotus Village – Sibolangit merupakan suatu event yang tidak boleh dilewatkan.

( Info Press Release : Kurniady 061 77435633 / 0812604485 )


FOTO PROFIL FASHI :

Guo Yuan Fashi

Chang Yao Fashi

Yenben Fashi (Kiri) dan Yenchan Fashi (Kanan)


FOTO PROFIL LOTUS VILLAGE

Ruang makan

Ruang meditasi

Kamar Tidur

Outdoor