Siddhi Medan

@SiddhiMedan

SiddhiMedan@yahoo.com

Siddhi Medan

Tampilkan postingan dengan label Dharma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dharma. Tampilkan semua postingan

Kamis

Dharmatalk Chan "Chan Practice in Modern Life"

Dharmatalk Chan "Chan Practice in Modern Life" by : Ji Chi Fashi (Buddhayana Dharmasala Vihara Borobudur, 19 Oktober 2015)
Moderator by Johny Sia
Translator "Chandra" dan Ji Chi Fashi
Ji Chi Fashi
Foto Bersama Panitia Siddhi, Yayasan & Muda-mudi Vihara Borobudur dan Tamu Undangan
Penyerahan souvenir kepada Fashi oleh ketua Yayasan Vihara Borobudur, Linda Roesli
Doa pembukaan
Penyerahan souvenir kepada Fashi oleh ketua Siddhi Medan, Hasustan Kosim / Abok
Tanya jawab dengan Fashi

Rabu

Sangha Dana Kathina Session 2014 berlangsung Sukses


Majelis Buddhayana Indonesia ( MBI ) sukses menyelenggarakan Sangha Dana Kathinakala 2014 yang merupakan program rutin tahunan MBI, kali ini Kathina Bersama diselenggarakan di di Regale Ballroom, Jalan H.Adam Malik No.66-68 Medan pada tanggal 02 November 2014 bersama dengan beberapa Badan Otonomnya seperti Wanita Buddhis Indonesia (WBI), Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI), Sekber PMVBI / Pemuda Buddhayana. Perayaan yang dirayakan Umat Buddha sebagai bentuk bhakti kepada Sangha yang disebut juga Upacara Sangha-Dana. Sesuai dengan siaran pers yang disampaikan oleh Ketua Panitia Hasustan Kosim, acara ini akan diselenggarakan pada Minggu (02/11/2014), pukul 13.00 WIB  di Regale, Jl. H.Adam Malik No. 66-68 Medan.
Dijelaskan Ketua Panitia, Hasustan Kosim bahwa Perayaan Kathina merupakan perayaan masa berakhirnya musim hujan (Masa Vassa) di India Utara selama tiga bulan bagi para anggota Sangha. Selama itu para Bhikkhu tidak melakukan perjalanan untuk menghindari merusak atau menginjak tunas-tunas tanaman termasuk kemungkinan mengganggu kehidupan makhluk hidup yang lain. 
“Mereka hanya berdiam di Vihara dengan melaksanakan latihan diri dengan intensif, mematuhi peraturan kebhikkhuan atau Vinaya. Jadi masa kebhikkhuan justru dihitung dari  berapa Vassa yang sudah dijalani, bukan dari berapa lama ia menjadi Bhikkhu,” terang Hasustan Kosim.
Setelah masa Vassa berakhir, umat Buddha memasuki masa Kathina atau bulan Kathina. Pada masa tersebut, selama satu bulan dapat dipilih satu hari untuk menyelenggarakan upacara Kathina. Upacara ini  dapat digelar apabila di suatu Vihara terdapat paling sedikit 5 (lima) orang Bhikkhu yang menjalani masa vassa secara sempurna. Bila tidak terpenuhi, umat dapat mengadakan upacara “Sangha-dana di masa Kathina”. Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan persembahan jubah Kathina, umat Buddha juga berdana kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan berdana untuk perkembangan dan kemajuan agama Buddha sehingga hari Kathina sering juga dikenal dengan Hari Sangha. Hubungan harmonis antara Bhikkhu Sangha dan umat awam seperti yang tercermin dalam masa Kathina ini dihadiri sekitar 2.000 umat dari kota Medan dan sekitarnya.

Sekitar 2000 umat turut hadir dalam Kegiatan Kathina yang diselenggarakan oleh MBI Kota Medan

Sekitar 36 Anggota Sangha turut hadir dalam Sangha Dana Kathina Session 2014 (Majelis Buddhayana Indonesia)
Kathina menjadi saat yang tepat untuk memberikan dukungan umat kepada sangha. Dengan memberikan dukungan kepada sangha maka mereka bisa belajar, berlatih dan akhirnya mengajarkan Dhamma kepada umat. Disamping itu Kathina juga menjadi saat yang baik buat anggota sangha untuk merenungkan kembali tujuan mereka memasuki kehidupan suci ini.

Kata sambutan oleh Ketua MBI Sumut - Romo Ony Hindra Kusuma
Ony Hindra Kusuma selaku ketua Majelis Buddhayana Indonesia Sumut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung acara ini sehingga acara ini dapat berjalan dengan sukses baik pihak sponsor, panitia maupun pendukung yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Bahwa umat kota Medan telah mengambil moment yang baik ini untuk bersama melaksanakan kebajikan di ladang yang subur pada saat yang tepat yaitu bulan suci Kathina mempersembahkan dana kepada Sangha secara tulus, bahagia sebelum, saat dan setelah berdana sehingga diharapakan kebajikan besar ini dapat membuahkan kamma baik serta melimpahkan berkah, kebahagiaan dan kedamaian bagi semua umat dan semua mahkluk. (Sumber press release : Suwandi Cang)

Berikut beberapa cuplikan kegiatan Sangha Dana Kathina Session 2014, Check this out!!

Pembacaan Doa : Sangha Dana Kathina Session 2014 

Sangha Dana Kathina Session 2014 (Majelis Buddhayana Indonesia) turut dihadiri oleh salah satu wakil rakyat, Bp.Brilian Moktar (Paling depan, sebelah kiri)

Momen pemberian dana kathina dalam Sangha Dana Kathina Session 2014

 Pemberian Dana Kathina dari Romo Ony Hindra Kusuma selaku ketua MBI Sumut kepada
YM. Bhante Khemmanando Thera (sebelah kanan)

Salah satu anggota Panitia Dokumentasi dari MBI sedang memberikan Dana Kathina
Pemberian gelang oleh YM.Bhante Pannasami Thera kepada salah satu umat (anak kecil)
dalam Sangha Dana Kathina Session 2014
Dharmatalk pada Sangha Dana Kathina Session 2014 (Majelis Buddhayana Indonesia) menghadirkan "The Miracle of Giving" oleh YM. Bhante Khemmanando Thera.

Senin

What is Kathina?

Event Kathina oleh MBI (Majelis Buddhayana Indonesia) kota Medan baru saja berlalu dan telah berlangsung dengan sukses. Walau begitu ada baiknya kita mengenal lebih dekat lagi apa sih Kathina itu. Nah, untuk itu baca langsung deh. :)



Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari hubungan antar sesama, ia masih membutuhkan bantuan atau dukungan dan dorongan dari pihak lain. Demikian pula umat mempunyai hubungan yang sangat erat terhadap para Bhikkhu, salah satunya adalah menyokong kebutuhannya, (Sigalovada Sutta, Diggha nikaya III, 31).

Apakah kebutuhan para Bhikkhu itu? Mengenai hal ini adalah empat macam kebutuhan pokok, yaitu: Sandang, pakaian (jubah), makanan, tempat tinggal dan obat-obatan, itu adalah kebutuhan yang pokok. Oleh karena itu para umat Buddha menyokongnya dengan cara berdana, seperti halnya pada hari Kathina. Setelah masa Vassa (berdiam di satu tempat selama tiga bulan pada musim hujan) selesai, ada hari yang disebut: Pavarana (mengundang) tiga bulan setelah Vassa pada bulan purnama, para Bhikkhu mengakhiri Vassa dengan mengadakan Pavarana bersama-sama, yaitu: saling mengundang Bhikkhu yang satu dengan yang lainnya untuk memberikan nasehat atau memberi maaf, barangkali ada kesalahan. Kemudian ada hari yang disebut: Berdana Kathina di dalam Ajaran Sang Buddha.

Ada beberapa pengertian tentang yang disebut berdana Kathina dengan sempurna, yaitu:
1. Di Vihara itu minimal ada 5 orang Bhikkhu yang berVassa.

2. Kelima orang Bhikkhu itu harus memasuki masa Vassa yang sama.

3. Harus menyelesaikan masa Vassa pada waktu yang sama dan sempurna.

4. Kathina itu harus diselenggarakan di Uposathagara.

5. Pada upacara itu, kelima orang Bhikkhu yang berVassa di vihara itu menerima persembahan Kathina dusam (kain pembuat jubah Kathina) yang dipersembahkan oleh umat.

6. Kelima orang Bhikkhu itu kemudian serentak membuat sangha kamma, memutuskan siapakah Bhikkhu yang berhak menerima jubah Kathina pada waktu itu.

Keputusan itu ditempuh dengan suatu cara prosedur yang demokratis. Seorang atau beberapa orang Bhikkhu mengajukan usul, bhikkhu yang lain memperkuat dan yang lain menyetujui. Dan akhirnya jubah Kathina itu diserahkan kepada Bhikkhu yang berhak untuk menerima. Bahan jubah itu harus dipotong, dijahit, dicelup pada hari itu juga dan sebelum fajar menyingsing, jubah harus sudah siap dan diserahkan kepada bhikkhu yang berhak. Inilah yang disebut Jubah Kathina, inilah Kathina puja yang sesungguhnya.

Demikianlah yang dijelaskan oleh Sang Buddha, betapa besar manfaat bagi seseorang yang bisa mempersembahkan Kathina dana, sebab Kathina dana tak dapat dipersembahkan setiap saat.

Kathina dana hanya bisa dipersembahkan di suatu vihara dan hanya berhak menyelenggarakan Kathina satu kali pada waktu tahun itu.

Pada upacara Kathina, selain mempersembahkan jubah kepada Sangha, para umat nampaknya juga mempersembahkan empat kebutuhan pokok bagi para Bhikkhu. Banyak umat yang tidak sempat mempersiapkan empat kebutuhan pokok ini, maka umat buddha menggantikan dengan wujud uang. Kita sebagai umat buddha tentunya perlu sekali mengerti dengan benar, bagaimana cara berdana yang baik itu. Dana yang diberikan seseorang akan menjadi dana yang bermanfaat, kalau berdana dengan baik dan benar.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Cetana-sampada

Kalau saudara Ingin berdana, hendaknya saudara mempunyai pikiran yang ikhlas, senang dan bahagia. Mengenai hal ini adalah:
Sebelum berdana merasa senang dan bahagia.
Pada waktu berdana merasa senang dan bahagia.
Sesudah berdana merasa senang dan bahagia.

Dari ketiga hal ini, yang paling penting adalah yang ketiga, Walaupun yang kesatu dan kedua juga penting.
Misalnya : sebelum berdana senang, waktu memberikan ikhlas, sesudahnya menyesal. Ini sangat disayangkan, karena mengurangi nilai kebaikannya. Didalam Kitab Suci dijelaskan, orang yang mempunyai kebiasaan seperti ini, waktu muda ia akan hidup makmur, kaya raya dan sejahtera. Tapi itu semua hanya bertahan separuh umur. Jaya hanya kira-kira sampai lima puluhan tahun, sesudah itu mengalami kemerosotan dan akhirnya menjadi miskin. Yang paling baik dan jasanya dapat bertahan lama adalah merasa bahagia, ikhlas, gembira dan bahagia, baik sebelum, pada saat maupun sesudah berdana.

2. Vatthu-sampada

Barang yang didanakan sebaiknya barang-barang yang bersih, yang didapat dari tidak melanggar Negara dan Agama dan dana ini haruslah baik, yang disebut Sami Dana. Janganlah berdana yang tak bisa dipergunakan lagi baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

Dana untuk para Bhikkhu, orang tua, guru, disebut: Puja Dana (dana sebagai persembahan perhormatan). Tidak sama dengan berdana untuk orang miskin, gelandangan, pegawai saudara, ini disebut: Anugaha Dana (berdana sebagai hadiah, sebagai anugerah).

3. Puggala-sampada

Berdana kepada siapa? Sang Buddha pernah dituduh seseorang: “Apakah benar Sang Bhagava mengajarkan bahwa berdana kepada orang tidak punya moral itu tidak ada gunanya?” Sang Buddha kemudian menjawab:“Aku tidak pernah mengatakan bahwa berdana tidak ada gunanya, meskipun orang membuang sisa-sisa dari satu panci atau mangkuk kedalam sebuah tambak atau telaga dan mengharap agar para makhluk hidup di dalamnya dapat memperoleh makanan, perbuatan inipun merupakan sumber dari kebaikan, apalagi dana yang diberikan kepada sesama manusia”.Inilah yang Tathagatha ajarkan, (Anguttaranikaya III, 57). Sang Buddha menyatakan: “Berdana kepada Sangha sangat besar jasanya”.

Di dalam Velumakkha-Sutta disebutkan: “Berdana kepada orang yang bermoral lebih besar jasanya daripada berdana kepada orang yang tidak punya moral. Kepada Sotapanna lebih besar dari orang yang bermoral. Kepada seorang Sakadagami lebih besar dari 100 Sotapanna. Kepada seorang Anagami lebih besar dari 100 Sakadagami. Kepada seorang Arahat lebih besar dari 100 Anagami. Kepada seorang Paccekka Buddha lebih besar dari 100 Arahat. Kepada seorang Sammasam-buddha lebih besar dari 100 Paccekka Buddha. Berdana kepada Sangha lebih besar jasanya dari berdana kepada seorang Samma-sambuddha. Dana kepada Sangha tak pernah sia-sia, sekalipun sampai seratus ribu kalpa lamanya”.

Berdana kepada sangha itu lebih besar manfaatnya, karena tidak mengenal favoritisme. Berbeda dengan berdana hanya untuk seorang bhikkhu, yang disebut: Puggala Dana (dana untuk individu). Sang Buddha juga menguraikan, masih ada yang lebih besar jasanya daripada berdana untuk Sangha, yaitu melaksanakan sila, sebagai orang awam menjalankan Pancasila lebih besar manfaatnya daripada Sangha Dana, yaitu meditasi sampai mencapai Jhana (tingkatan konsentrasi). Dan yang lebih besar lagi adalah meditasi Vipassana, karena meditasi Vipassana ini akan menumbuhkan Panna (kebijaksanaan). Dengan Panna inilah yang akan dapat membebaskan seseorang dari dukkha untuk selama-lamanya (mencapai kebebasan sempurna nibbana).

Sang Buddha pernah menyatakan, “Siapa yang suka berdana ia akan dicintai dan disukai”. Ini manfaat yang langsung dapat dipetik pada kehidupan sekarang ini.

Sedangkan manfaat yang dijelaskan dalam Nidhikhanda Sutta, Samyuta Nikaya I, 2: “Wajah cantik, suara merdu, kemolekkan dan kejelitaan, kekuasaan serta mempunyai banyak pengikut, semua itu dapat diperoleh dari pahala perbuatan baik, yaitu berdana”.

Ada kalanya, orang berdana hanya karena ingin dipuji dan dicintai, supada dapat terlahir dialam surga, supaya menjadi kaya dan mempunyai kekuasaan, maka orang itu hanya akan mendapatkan itu saja. Tetapi sesungguhnya ada tujuan yang tertinggi, yaitu untuk mengurangi keserakahan, kemelekatan, kekikiran, kebencian dan untuk dapat mencapai kebebasan (kesucian batin). Maka kalau cita-citanya tinggi seperti itu, tujuan yang tengah-tengah dan bawah pasti akan tercapai juga.

Orang yang tak suka berdana yang walaupun kecil atau sedikit, ia akan besar keserakahannya, ia akan mengumpulkan dan terus mengumpulkan, nama, kekayaan, pangkat dan pujian. Ia senang mengumpulkan, bahkan mengumpulkan problem, kesan yang tidak baik, pengalaman pahit, kemarahan, kejengkelan dan ketidaksenangan. Orang yang tidak suka berdana ia akan menderita, karena tidak suka melepas miliknya, ia akan semakin melekat, karena tidak bisa melepaskan segalanya. Padahal apa yang kita cintai, apa yang kita miliki toh akhirnya akan ditinggalkan, tidak ada sedikitpun yang dibawa ke alam sana, yang dibawa hanyalah kamma baik dan kamma buruknya. Makan tidak enak, tidur pun tak nyenyak dengan tidak melepas kesan yang buruk, problem yang berhubungan dengan sesama makhluk akan menumbuhkan kebencian dan dendam. Janganlah semua itu disimpan, dikumpulkan, tetapi buang lepaskan semuanya, maka kita akan merasa lega, tentram, damai dan bahagia.

Hidup ini sudah banyak macam persoalan alamiah, Sang Buddha mengatakan: “Hidup yang bagaimanapun bentuknya adalah dukkha, janganlah menambah persoalan ekstra, lepaskanlah semua itu”. Dan kita bisa mulai berlatih untuk melepas dengan meningkatkan kemurahan hati dan mengurangi kekikiran juga kemelekatan dengan berdana (memberi kepada mereka yang patut menerima). Dana bukan berarti hanya berupa materiil semata: uang, makanan dan barang. Tetapi bisa juga berupa moril: nasehat-nasehat, pertolongan, dorongan, perhatian dan pemberian maaf. Kalau orang yang tidak pernah berdana, maka suatu saat kalau jasa kebaikannya habis pasti ia akan menderita, seperti contoh: Orang punya kacang lima butir, tapi kacang itu hanya dinikmati dan dimakan semuanya. Maka kacang itu habis, akan tetapi kalau misalnya kacang itu disisihkan satu atau dua butir dan ditanam diladang yang baik dan subur, maka kelak jika kacang itu berbuah akan dapat ia nikmati. Seperti halnya orang yang berdana, itu bagaikan orang menanam bibit.

Orang berdana bagaikan menabung, yaitu menabung kamma baik yang akan bisa menolongnya dan yang akan menyelamatkannya.

Menurut Dhamma, memberi bukan berarti berkurang, namun memberi sesungguhnya adalah bertambah (bertambah kamma baiknya). Didalam Kitab Itivutaka, 18 Sang Buddha menjelaskan: “Seandainya semua makhluk mengetahui seperti Aku (Tathagatha) mengetahui tentang manfaat berdana, mereka tidak akan menikmati semua yang mereka miliki tanpa membaginya dengan makhluk lain (yang membutuhkan), juga tidak akan membiarkan noda kekikiran mengoda dan menetap didalam batinnya. Bahkan jika apa yang mereka miliki merupakan sedikit makanan terakhir yang dipunyai, mereka tidak akan menikmati tanpa membaginya (berdana), seandainya ada makhluk lain yang sangat membutuhkannya”.

Kita sebagai umat Buddha, mestinya harus mengerti manfaat yang paling besar dari berdana, yaitu: tidak hanya dipuji, terkenal, menjadi kaya dan terlahir di Alam Dewa. “Manfaat yang paling besar dari berdana adalah bebas dari kekotoran batin”. Kalau ada orang berdana (memberi bantuan) hanya ingin dipuji, maka itu adalah sangatlah rendah, apalagi bila keinginannya untuk dipuji itu tidak didapatkan, pasti kecewa dan menderita.

Menurut Dhamma, kalau seseorang ingin menjadi kaya, berjuanglah dengan sungguh-sungguh, kerja keras, rajin, tekun, ulet, hemat (tidak boros), jujur dan banyak berbuat baik. Cita-cita itu pasti akan tercapai, karena itu adalah hukumnya.

"Kekayaan tidak bisa didapat hanya dengan cara memohon, berdoa dan sembahyang, 
namun kekayaan bisa didapat kalau orang bekerja atau berkarya 
menurut hukum kebenaran."

Sabtu

Dharmatalk & Retreat Chan/Zen bersama Master Guo Yuan Fashi

Dharmatalk Chan/Zen

Pembukaan/Opening oleh Master Guo Yuan

Dharmatalk Chan/Zen di vihara Bodhi Mandapa (28 Agustus 2014)

Salah satu Fashi sedang membimbing peserta dalam praktik dasar meditasi berdiri


Retreat Chan/Zen

Opening Retreat Chan/Zen di Lotus Village, Sibolangit (29 s/d 31 Agustus 2014)

Para peserta retreat sedang bermeditasi duduk

Master Sheng Yen (Guo Yuan Fashi) sedang memimpin para peserta retreat dalam meditasi jalan

Foto Bersama


Rabu

Pewaris Dharma Master Sheng Yen akan Datang dan Memberikan Retret dan Wejangan di Medan

Chan Master Guo Yuan (Pewaris Dharma Master Sheng Yen) beserta 3 asisten beliau dari Dharma Drum Mountain Taiwan akan datang dan memberikan Wejangan dan Retreat Zen/Chan di Medan.

Guo Yuan Fashi merupakan kepala dari pusat meditasi Dharma Drum Mountain (DDM) Taiwan, belajar dibawah bimbingan guru Chan dunia mendiang Master Sheng Yen. Beliau juga aktif mengajar meditasi dan membimbing retret-retret Chan di kawasan Asia, Amerika, Eropa dan Australia. 

Oleh karena itu amankan segera tempat anda di moment berharga ini.... Dhammatalk Chan
Kamis, 28 Agustus 2014
Pukul 19.00-21.00 WIB
Lokasi : Vihara Bodhi Mandapa. Jl. Pukat VIII/Jl. Perguruan No. 95 Medan
Biaya : Gratis

Retret Chan akan diadakan pada :
Jumat-Minggu, 29-31 Agustus 2014
Lokasi : Lotus Village Sibolangit (seberang The Hill - Sibolangit) 
Biaya : Dana Sukarela 
Peserta terbatas hanya untuk 50 orang. Daftarkan segera diri anda dengan mengirimkan sms (Nama/No Tel/Email). 
Info & Pendaftaran :
Robin : 0852-96455889 / 77498285
Amanda : 0813-60995898
Kurniady : 061 77435633 / 08126044853


Bagi yang mau mendukung kelancaran acara ini dapat disalurkan ke rekening BCA ac. 488 035 8788 an. SIDDHI cab Jelambar - Jak Bar dengan angka 9 dibelakang

Walaupun Seseorang Hidup 100 TAHUN tetapi TIDAK BIJAKSANA dan TIDAK TERKENDALI,
sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan 1 HARI dari orang yang
BIJAKSANA dan TEKUN BERSAMADHI - Dhammapada VIII : III



Guo Yuan Fashi
Setelah sukses berturut-turut pada tahun sebelumnya mengadakan pengenalan Chan (Jepang:Zen) Buddhism di Medan, kini Guo Yuan Fashi, yang merupakan murid senior guru Ch’an (Jepang : Zen)  yang terkenal Master Sheng Yen (1930-2009)  dari Negara Taiwan, akan mengajarkan Dharma (ajaran Buddha) lebih serius dalam bentuk Retret yang akan dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 29-31 Agustus  2014 di Lotus Village - Sibolangit.  Kesempatan ini tentunya menjadi momen penting bagi para pemerhati Buddhis untuk dapat mengikuti acara ini seperti yang dilontarkan oleh Kurniady, Ketua Panitia Retret Chan tahun 2014 ini bahwa “ini kesempatan bagi kita untuk mempelajari agama  Buddhisme secara lebih global, bukan sekedar hanya pembacaan doa-doa dan demikian sepantasnya seharusnya agama Buddha sebagai agama yang down to earth dan revelan dengan kehidupan manusia”. Retret ini apalagi sangat sesuai bagi Pemuda Buddhis untuk mengenal lebih mendalam ajaran agung dari Sang Buddha tetapi dengan metode yang interaktif diselingi dengan kegiatan outdoor, yoga dan outbond apalagi yang diselenggarakan di suasana pegunungan yang asri.
Bagi para partisipan yang tidak sempat mengikuti acara Retret yang diselenggarakan karena keterbatasan kapasitas, juga terbuka kemungkinan untuk mengikuti seminar dari guru besar Chan ini yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2014 di Medan.

Guo Yun Fashi merupakan murid senior guru Ch’an terkenal, Master Sheng Yen (1930-2009) dari Taiwan. Terinspirasi oleh ajaran dari Master Sheng Yen ketika menghadiri retret meditasi 7 hari di New York pada tahun 1985, Guo Yuan Fashi kembali ke New York untuk belajar di bawah bimbingan Master Sheng Yen. Ia kemudian meninggalkan pekerjaannya di Toronto, Kanada agar dapat menjadi bhiksu di tradisi Buddhisme Ch'an (Chinese Zen). Ia ditahbiskan sebagai bhiksu tahun 1987 di Taiwan. Di bawah disiplin dan bimbingan dari Master Sheng Yen, ia menjadi terlibat sepenuhnya dalam pembelajaran- pembelajaran Buddhis dan meditasi. Ia juga mempelajari Theravada di Thailand selama satu tahun pada 1991.

Setelah kembali dari Thailand, Bikhsu yang mahir berbahasa Inggris dan Mandarin tersebut ditunjuk sebagai Kepala Vihara dari pusat meditasi Ch'an di New York. Tanggung jawabnya meliputi menghadiri pelayanan lintas keyakinan, mengajar meditasi, berceramah mengenai Buddhisme, penerjemahan dan mendampingi Master Sheng Yen dalam mengadakan retret meditasi Ch'an di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Swiss, Russia, dan Meksiko.

Setelah menjadi mantan Kepala Pusat Meditasi Ch’an dan Pusat Retret Dharma Drum New York, kini ia memimpin Pusat Retret Ch`an Internasional di Dharma Drum Mountain Taiwan.

Kehadiran Bikhu Ch’an kelahiran Vietnam tahun 1950 kali ini dalam rangka melakukan tour dharma keliling Indonesia dan akan menyinggahi beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Jogjakarta, Bali, Aceh dan Medan. Kesempatan Langka ini semoga bisa dimanfaatkan segenap umat Buddhis untuk belajar Chan secara lebih mendalam dari pewaris dharma Master Sheng yen ini. Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut pelaksanaan Retret dan seminar Chan di Medan dapat menghubungi panitia di no 0878 6811 6399 atau 0852 610 12600

Sejarah Silsilah Ch'an (Zen)

Dikatakan bahwa ada 28 generasi transmisi penerusan sejak jaman YA Mahakashyapa  sampai jamannya YA Bodhidharma/Ta Mo Fashi  yang kemudian beliau lalu dianggap sebagai Sesepuh pertama Ch'an China. Ajaran - ajarannya diteruskan lewat jalur tunggal selama 5 generasi sampai masa Sesepuh keenam, Huineng (638-713). Bikhsu Huieng mempunyai banyak murid yang kemudian dari murid-murid tersebut lahir banyak tradisi Ch’an seperti tradisi Linji (B.Jepang. Rinzai) dan tradisi Caodong (B. Jepang. Soto). Praktik Ch'an kemudian menyebar ke Jepang (dikenal denan Zen), korea (dikenal dengan Seon) dan Vietnam (dikenal dengan Thien).

Pewarisan Master Sheng Yen ke Guo Yun Fashi

Master Sheng yen menerima transmisi Dharma dari kedua cabang utama tersebut. Secara silsilah, beliau adalah generasi murid keturunan ke 72 dari YA Bodhidharma, serta keturunan ke 67 dari Master Huineng. Dalam silsilah Linji, beliau adalah generasi keturunan ke 62 dari Master Linji (?-866), dan cucu murid Master Xu yun (1840-1959). Pada garis ini, beliau adalah keturunan langsung Master Ling Yuan (1902-1988). Dalam garis cabang Caodong, Master Sheng yen adalah generasi ke 52 dari salah seorang pendirinya Master Dongshan (807-869), serta keturunan langsung Master Dongchu (1908-1977).

"Generasi" merujuk ke transmisi Dharma dalam garis silsilah dari seorang Master (guru) ke muridnya. Transmisi ini dengan demikian menjamin kelangsungan - tak hanya Dharma itu sendiri - namun juga ajaran serta praktek dari garis silsilah ini. lebih jauh, hal ini adalah semacam anugerah (gelar), sebuah recognition (pengakuan) oleh sang Master bahwa sang murid sekarang telah memenuhi syarat untuk mentransmisikan Dharma kepada anak didiknya; dengan kata lain, menjadi seorang Master.
Melihat silsilah Guo Yuan Fashi yang merupakan pewaris dharma, maka Retret yang akan dilaksanakan tanggal 29-31 Agustus 2014 di Lotus Village – Sibolangit merupakan suatu event yang tidak boleh dilewatkan.

( Info Press Release : Kurniady 061 77435633 / 0812604485 )


FOTO PROFIL FASHI :

Guo Yuan Fashi

Chang Yao Fashi

Yenben Fashi (Kiri) dan Yenchan Fashi (Kanan)


FOTO PROFIL LOTUS VILLAGE

Ruang makan

Ruang meditasi

Kamar Tidur

Outdoor


Minggu

Mengapa dan Bagaimana Bermeditasi ?

Meditasi (*ilustrasi, sumber : google)

Oleh: Venerable Piyananda
Alih bahasa: Jinapiya Thera


1. MENGAPA BERMEDITASI ?
Dalam dunia ini, apakah yang dicari oleh kebanyakan orang dalam hidupnya? Sebenarnya, mereka ingin mencari ketenangan batin dan keselarasan hidup. Tidak sedikit di antara mereka berusaha mencarinya, walau mungkin mereka tidak mengetahui dengan jelas apa yang hendak dicarinya, atau mungkin cara mendapatkannya.
Mereka sering merasa bingung, merasa banyak menjumpai kekacauan dan kekalutan batin. Mereka diserang oleh bermacam-macam perasaan yang tidak memuaskan atau yang kurang menyenangkan hatinya. Secara singkat mereka ini tidak mendapatkan ketenangan dan kesejahteraan dalam batinnya.
Kebanyakan mereka ini kemudian menempuh cara yang salah untuk mendapatkan ketenangan batin dan keselarasan hidup ini. Mereka cenderung melihat dan mencari di luar dirinya sendiri. Akibatnya, dunia ini merupakan sumber semua kegelisahan.

Mereka mencari penyelesaian persoalannya dalam keluarganya, di dalam pekerjaannya,atau di dalam
pergaulan dan sebagainya. Mereka beranggapan kalau dapat mengubah keadaan sekelilingnya, mereka akan menjadi tenang dan bahagia.
Sekarang sudah banyak dijumpai orang yang telah menyadari kenyataan dan berpaling, yaitu menunjukkan perhatiannya kepada sumber yang sebenarnya dari kebahagiaan dan kegelisahan, ialah PIKIRANNYA SENDIRI. Menunjukkan perhatian ke dalam diri sendiri, dalam pikirannya sendiri, inilah yang dinamakan dengan meditasi.
Dewasa ini meditasi telah banyak dipraktekkan oleh orang-orang dari berbagai bangsa dan agama. Mengapa demikian?
Karena kerja pikiran itu tanpa memakai corak bangsa atau agama tertentu. Jadi tugas meditasi adalah untuk mengerti atau menghayati sifat pikiran di dalam kehidupan sehari-hari. 
Pikiran adalah kunci kebahagiaan, sebaliknya juga merupakan sumber penderitaan / malapetaka. Untuk mengetahui dan mengerti perihal pikiran dan menggunakannya dengan seksama tidaklah hubungannya dengan agama. Jadi meditasi dapat dilaksanakan oleh setiap orang tanpa menghiraukan corak agamanya.

2. MANFAAT MEDITASI ?
Sungguh banyak yang dapat dikerjakan oleh setiap orang untuk mendapatkan kesenangan duniawi dalam lingkungan yang penuh dengan kesibukan dan kekacauan ini. Jika memang benar demikian halnya........., mengapa kita harus bermeditasi? Apakah gunanya kita membuang waktu untuk duduk diam bersila dengan bermalasan? Sesungguhnya apabila Anda dapat melaksanakan meditasi dengan cara yang benar, maka meditasi akan dapat memberikan banyak manfaat untuk diri sendiri:
Beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan langsung adalah:
1. Bila Anda seorang pedagang yang selalu sibuk, meditasi menolong membebaskan diri Anda dari ketegangan sehingga Anda menjadi relaks.
2. Kalau Anda sering berada dalam kebingungan, meditasi akan menolong menenangkan diri Anda dari kebingungan dan meditasi membantu Anda untuk mendapatkan ketenangan yang bersifat sementara maupun permanen.
3. Bila Anda mempunyai banyak persoalan yang seolah-olah tidak putus-putusnya, meditasi dapat menolong Anda untuk menimbulkan ketabahan dan keberanian serta mengembangkan kekuatan untuk mengatasi persoalan tersebut.
4. Bila Anda tergolong orang yang kurang mempunyai kepercayaan pada diri sendiri, meditasi dapat menolong Anda untuk mendapatkan kepercayaan terhadap diri sendiri yang sangat dibutuhkan. Memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri adalah kunci rahasia kesuksesan Anda.
5. Kalau Anda mempunyai rasa ketakutan dan keraguan, meditasi dapat menolong Anda untuk mendapatkan pengertian yang benar terhadap keadaan yang menyebabkan ketakutan itu, dengan demikian, Anda dapat mengatasi rasa takut tersebut.
6. Jika Anda selalu merasa tidak puas terhadap segala sesuatu dalam kehidupan ini atau yang berada dalam lingkungan Anda, meditasi akan memberi Anda perubahan dan perkembangan pola pikir sehingga menumbuhkan rasa puas dalam batin Anda.
7. Jika Anda ragu-ragu dan tidak tertarik terhadap agama, meditasi akan dapat menolong Anda mengatasi keragu-raguan itu sehingga Anda dapat melihat nilai-nilai praktis dalam bimbingan agama.
8. Jika pikiran Anda kacau dan putus asa karena kurang mengerti sifat kehidupan dan keadaan dunia ini, meditasi akan dapat membimbing dan menambah pengertian Anda bahwa pikiran kacau itu sebenarnya tidak ada gunanya.
9. Kalau Anda seorang pelajar, meditasi dapat menolong menimbulkan dan menguatkan daya ingat Anda sehingga apabila Anda belajar akan lebih seksama dan berguna.
10. Kalau Anda seorang yang kaya, meditasi dapat menolong Anda untuk melihat sifat kekayaan dan mampu menggunakannya dengan sewajarnya, untuk kebahagiaan Anda sendiri maupun kebahagiaan
orang lain.
11. Jika Anda seorang yang miskin, meditasi dapat menolong Anda agar memiliki kepuasan dan ketenangan batin. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari keinginan untuk melampiaskan rasa iri
hati Anda kepada orang lain yang lebih mampu atau yang lebih berada daripada Anda.
12. Kalau Anda seorang pemuda yang kebingungan sehingga tidak mampu menentukan jalan hidup ini, meditasi dapat menolong Anda untuk mendapatkan pengertian tentang kehidupan sehingga Anda dapat menempuh salah satu jalan yang benar untuk mencapai tujuan hidup Anda.
13. Kalau Anda seorang yang telah lanjut usia dan merasa bosan terhadap kehidupan ini, meditasi akan menolong Anda untuk mengerti secara mendalam mengenai hakekat kehidupan ini sehingga timbullah semangat hidup Anda.
14. Kalau Anda seorang pemarah, dengan bermeditasi Anda dapat mengembangkan kekuatan kemauan untuk mengendalikan kemarahan, kebencian, rasa dendam dsb.
15. Kalau Anda seorang yang bersifat iri hati, dengan meditasi Anda akan menyadari bahaya yang timbul dari sifat iri hati itu.
16. Jika Anda seorang yang selalu diperbudak oleh kemelekatan panca inderia, meditasi dapat menolong Anda mengatasi nafsu dan keinginan tersebut.
17. Kalau Anda seorang yang selalu ketagihan minuman keras / sesuatu yang memabukkan, dengan bermeditasi Anda dapat menyadari dan melihat cara mengatasi kebiasaan yang berbahaya itu. Kebiasaan yang memperbudak dan mengikat Anda.
18. Kalau Anda seorang yang pintar ataupun tidak, meditasi memberi Anda kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan pengetahuan yang sangat berguna bagi kesejahteraan sendiri, keluarga serta handai taulan.
19. Kalau Anda dengan sungguh-sungguh melaksanakan latihan meditasi ini, maka semua nafsu emosi Anda tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang.
20. Kalau Anda seorang yang bijaksana, meditasi akan membawa Anda menuju ke kesadaran yang lebih tinggi dan mencapai "Penerangan Sempurna", Anda akan melihat segala sesuatu menurut apa adanya (sewajarnya).
Inilah beberapa faedah praktis yang dapat dihasilkan dalam latihan meditasi. Faedah ini tidak dapat dijumpai atau ditemukan dalam buku, apalagi dapat dibeli di warung. Uang tidak dapat dipakai untuk mendapatkannya. Anda mendapatkannya sebagai hasil menjalankan latihan meditasi. Anda temukan dalam diri sendiri yaitu dalam PIKIRAN Anda.


Tempat
Bila Anda termasuk seorang yang sedang belajar meditasi, sebaiknya pilihlah tempat yang sesuai untuk berlatih meditasi. Hindarkanlah tempat yang terlalu ramai, penuh dengan kesibukan pekerjaan sehari-hari. 
Tempat tersebut misalnya dapat berupa kamar, kebun, atau tempat lain yang cukup terang. Berusahalah berlatih di tempat yang sama dan jangan sering berpindah tempat.
Kalau Anda sudah maju, maka Anda dapat berlatih meditasi di mana saja, bahkan di tempat Anda
menyelesaikan pekerjaan.
Waktu
Waktu meditasi dapat dipilih sendiri. Sesungguhnya, setiap waktu adalah baik. Namun, biasanya orang menganggap bahwa waktu terbaik bermeditasi adalah pagi hari antara jam 04.00 sampai dengan jam 07.00. Atau sore hari antara jam 17.00 sampai dengan jam 22.00.
Kalau Anda sudah menentukan waktu bermeditasi, pergunakanlah waktu itu sebaik-baiknya. Selama waktu itu, Anda 'HARUS' mempergunakan kekuatan kemauan Anda untuk meninggalkan sementara segala kesibukan sehari-hari seperti, pekerjaan, kesenangan, kesedihan dan kegelisahan.
Sewaktu melatih meditasi, jangan berikan kesempatan atau melayani bentuk-bentuk pikiran keduniawian masuk ke dalam pikiran Anda. Betekadlah agar tekun dalam melakukan latihan meditasi dengan teratur setiap harinya.
Bila meditasi Anda telah maju, setiap waktu adalah baik untuk berlatih meditasi. Kalau Anda telah mencapai tingkatan ini, maka meditasi merupakan bagian hidup Anda sehari-hari. Dengan kata lain, meditasi telah menjadi kebiasaan hidup Anda.
Guru
Mungkin Anda merasa memerlukan seorang guru atau pemimpin dalam melatih meditasi. Sebenarnya tidaklah mudah mencari guru yang pandai dan sesuai untuk mengajarkan meditasi kepada Anda.
Kalau Anda mempunyai teman yang sudah berpengalaman bermeditasi, cobalah berdiskusi dahulu dengannya. Kalau Anda mempunyai buku mengenai meditasi, bacalah dahulu buku tersebut. Dia adalah guru Anda. Kalau Anda telah mendapatkan guru, ketahuilah bahwa guru hanyalah teman dan penunjuk jalan Anda. Dia tidak dapat melakukan meditasi untuk Anda. Dia tidak dapat membebaskan diri Anda, Kalau Anda sudah dapat mengatur dan memusatkan pikiran, kemudian mengembangkan 

Kesadaran yang kuat, itulah yang akan menjadi guru Anda. Sesungguhnya, guru Anda saat ini telah berada dalam diri Anda sendiri.
Sikap Duduk
Dalam melatih meditasi, Anda bebas memilih sikap duduk. Anda dapat bersila dengan bersilang, bertumpuk atau sejajar. Anda juga dapat melipat kaki ke samping. Yang penting, kaki hendaknya tidak kaku, harus kendur dan santai.
Sebaiknya, ambillah sikap duduk yang paling enak dan paling mudah. Duduklah dengan santai, jangan bersandar, punggung harus tegak lurus namun tidak kaku atau tegang, badan harus lurus dan seimbang, leher tegak lurus, mulut dan mata tertutup. Sikap duduk selama meditasi harus selalu waspada agar tidak lekas mengantuk.

Meditasi dibedakan dalam dua macam, yaitu:
1. Meditasi untuk mencapai ketenangan.
2. Meditasi untuk mencapai pandangan terang.
Meditasi untuk mencapai ketenangan adalah suatu usaha melatih pikiran agar dapat menghasilkan ketenangan melalui PEMUSATAN PIKIRAN.
Pemusatan pikiran adalah suatu keadaan ketika semua bentuk-bentuk batin terkumpul dan terpusat dikendalikan oleh kekuatan kemauan ditujukan ke suatu titik atau obyek.
Jadi pikiran terpusat itu adalah pikiran yang dikonsentrasikan atau dikumpulkan ke suatu obyek. Dengan perkataan lain, pikiran itu tidak berhamburan, melamun kian kemari. Pada umumnya, pikiran itu berhamburan ke semua penjuru, tetapi jika mulai dipusatkan ke suatu obyek, maka kita akan mulai
mengenal sifat yang sebenarnya dari obyek itu.
Proses pemusatan pikiran itu membiasakan pikiran setingkat demi setingkat sehingga mampu dikendalikan agar terpusat pada satu titik atau obyek.
Apakah tujuan mengembangkan pemusatan pikiran itu?
Dengan melatih pikiran sedemikian ini, maka Anda akan mendapatkan ketenangan dan keseimbangan batin. Bahkan, akhirnya Anda dapat menghentikan pikiran yang melamun, berkeliaran menghabiskan tenaga dengan sia-sia.
Pikiran tenang sebenarnya bukanlah tujuan akhir meditasi. Ketenangan pikiran hanyalah salah satu keadaan yang diperlukan untuk mengembangkan pandangan terang. Dengan perkataaan lain, ketenangan pikiran mutlak diperlukan bila Anda ingin mendapatkan PENGERTIAN BENAR mengenai diri sendiri dan dunia ini dengan semua proses dan persoalannya. Meditasi ketenangan melatih pikiran sedemikian rupa ke dalam tingkat konsentrasi yang disebut 'jhana' untuk mengembangkan kekuatan batin atau kesaktian.
Keadaan konsentrasi yang kuat demikian ini sebenarnya tidak praktis atau tidak perlu bagi seseorang yang hidup di jaman kemajuan yang penuh dengan kesibukan ini. Pada umumnya, dalam kehidupan sehari-hari, pikiran selalu berlompatan ke masalah yang telah lewat atau yang sekarang, juga ke masalah yang akan datang, dari satu tempat ke tempat yang lain. Sebenarnya, hal ini hanya menghabiskan banyak tenaga.
Kalau kita dapat melatih mengendalikan pikiran dalam suatu konsentrasi yang diperlukan - tidak perlu yang tinggi - untuk dipergunakan dalam setiap tugas yang dihadapi disetiap saat kehidupan, hal semacam ini kiranya sudah cukup baik.
Kalau Anda sedang membaca, jalan, duduk, bercakap-cakap, atau segala sesuatu yang sedang dilakukan di dalam kehidupan sehari-hari, usahakanlah SELALU SADAR. Dengan pikiran tenang, perhatian ditujukan ke segala sesuatu yang sedang dilakukan, yang sedang dihadapi. Belajarlah untuk memusatkan pikiran kepada setiap tugas yang sedang dihadapi. Dengan perkataan lain, HIDUPLAH SAAT SEKARANG INI.
Kalau Anda ingin mengembangkan konsentrasi, pertama-tama, berusahalah mendapatkan obyek yang
cocok agar dapat membantu memperoleh ketenangan dan konsentrasi dengan cepat.
Terdapat 40 macam obyek meditasi. Untuk melakukan meditasi, Anda dapat memilih salah satu di antara obyek tersebut sesuai dengan sifat pribadi Anda. Kalau tidak ada guru yang dapat memberikan petunjuk untuk memilih salah satu obyek itu, ikutilah petunjuk di bawah ini:
1. Obyek harus netral. Kalau obyek menimbulkan perasaan negatif yang kuat, seperti: nafsu, benci, sedih, serakah, keragu-raguan, dan sebagainya, maka obyek tersebut tidak akan dapat menenangkan pikiran, sebaliknya hanya akan merangsang dan mengacau saja.
2. Obyek kadang kala juga terdapat dalam diri sendiri, misalnya: pernafasan, cinta kasih, belas kasihan dan sebagainya. Atau, obyek di luar diri, misalnya: bunga, tanah, api, warna dan sebagainya.
3. Obyek harus yang menyenangkan serta dapat diterima oleh pikiran. Kalau pikiran menolak obyek itu, maka konsentrasi akan menjadi lemah,
4. Perlu diketahui, obyek yang telah sesuai dan terbiasa Anda gunakan, tidak selalu dapat menimbulkan konsentrasi pikiran Anda. Misalnya, sehabis marah, obyek cinta kasih sangat sukar dipakai sebagai obyek meditasi. Pada saat tersebut, sebaiknya rasa marah dipakai sebagai obyek konsentrasi. Pikiran merenungkan segi-segi negatif kemarahan, dengan demikian akan menimbulkan pengertian terang yang dapat melepaskan pikiran dari cengkeraman kemarahan tadi. Demikian pula seterusnya diwaktu timbul perasaan sediJika telah memilih suatu obyek meditasi, maka tugas Anda selanjutnya ialah memegang obyek tersebut dengan erat dalam pikiran bagaikan mengikat seekor kuda pada sebuah tonggak. Kunci latihan konsentrasi yaitu mengikat pikiran dengan sebuah obyek. Dengan memusatkan pikiran pada obyek tersebut, sedikit demi sedikit pikiran akan menjadi terpisah dan terlepas dari semua aktifitas dan lingkungan sehari-hari, akhirnya pikiran menjadi tenang.
Beberapa latihan meditasi yang dapat dikembangkan sebagai suatu latihan dasar serta merupakan bagian kesibukan Anda dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Latihan untuk Kesehatan
Kalau Anda sedang berjalan-jalan di suatu tempat, peganglah ketiga cita-cita ini dalam pikiran Anda, yaitu: BERBAHAGIA, SEHAT, dan KUAT. Ulangilah kata-kata terebut di dalam batin. Pusatkan pikiran pada kata-kata ini sehingga Anda dapat merasakan seolah-olah kata-kata tersebut terpeta pada seluruh tubuh Anda.
Latihan Berpikir
Jika Anda sedang berpikir mengenai sesuatu hal, pikiran harus sungguh-sungguh dipusatkan pada obyek yang sedang dipikirkan.
Pertahankanlah pemusatan pikiran itu dalam obyek yang sedang direnungkan saja. Jangan beri kesempatan pikiran dimasuki oleh sesuatu hal lain atau yang tidak ada hubungannya dengan perenungan.

Latihan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kalau Anda sedang membaca buku, pusatkanlah pandangan mata dan pikiran pada buku tersebut. Kalau sedang membersihkan lantai, pusatkanlah pikiran Anda pada pekerjaan menyapu. Kalau sedang menulis surat, pusatkanlah pikiran Anda pada surat tersebut. Belajarlah memusatkan pikiran pada segala sesuatu yang sedang dikerjakan dari saat ke saat. Inilah yang disebut: "HIDUP SAAT INI" atau "HIDUP SAAT SEKARANG".